Satuan

Media
Satuan adalah standar yang digunakan untuk menyatakan berbagai kuantitas fisik, seperti panjang, massa, waktu, gaya, luas, volume, kecepatan, percepatan, dan lain-lain yang diukur. Sistem satuan yang digunakan dalam mekanika berdasarkan Hukum Newton II tentang gerak, menyatakan bahwa gaya sama dengan massa kali percepatan, yang dirumuskan dalam bentuk: F : m*a                                                                                                                                                 (1-1) di mana F adalah gaya yang bekerja pada benda (N), m adalah massa benda (kg), dan a adalah percepatan (m/s2). Secara umum, ada empat sistem satuan, dua dalam sistem metrik (CGS dan MKS), dan dua lainnya dalam sistem Inggris (FPS). Sistem metrik dikenal sebagai sistem absolut (mutlak) yang digunakan oleh fisikawan. Sementara itu, sistem Inggris adalah system gravitasi yang digunakan oleh ahli teknik (enjinir). Perbedaannya, sistem absolut menggunakan standar satuan massa, sedangkan sistem gravitasi menggunakan standar gaya.…
Read More

Definisi Fluida

Media
Fluida dapat didefinisikan sebagai zat yang dapat mengalir. Fluida tidak mempunyai bentuk tetap, bentuknya selalu berubah mengikuti bentuk wadahnya. Pemberian gaya sedikit saja, akan membuat fluida mengalami deformasi yang berlangsung terus-menerus selama gaya tersebut masih bekerja. Ada dua kelompok fluida, yaitu kelompok zat cair (zalir) dan kelompok gas. Zat cair (zalir) mempunyai volume tetap, hanya sedikit terpengaruh oleh temperatur dan tekanan. Dalam kondisi biasa zalir sulit memampat sehingga dalam tujuan praktis sering dianggap tidak mampu mampat (non-compressible). Gas adalah fluida yang mampu mampat, tidak mempunyai volume tetap, tetapi selalu mengembang sampai volumenya memenuhi wadahnya, sekalipun hanya terjadi perubahan temperatur yang kecil pada gas mempunyai pengaruh yang besar terhadap volume dan tekanannya. Fluida ideal adalah fluida yang tidak mempunyai viskositas dan tegangan permukaan, serta tidak mampu mapat. Fluida ideal sesungguhnya tidak…
Read More

Perancangan Lalu Lintas

Media
PENDAHALUAN Dalam perancangan tebal perkerasan, diperlukan hitungan perancangan volume lalu-lintas rancangan (design traffic). Pertimbangan-pertimbangan yang harus diperhatikan, mencakup beban gandar, konfigurasi dan jumlah pengulangan beban atau jumlah beban gandar total. Terdapat dua metoda perancangan (Yoder dan and witczak, 1975 ): Metoda lalu-lintas Metoda kendaraan tetap. Dalam metoda lalu-lintas tetap (fixed traffic), tebal perkerasan diperhitungkan terhadap beban roda tunggal, dan jumlah pengulangan beban tidak diperhitungkan sebagai variable. Jika pengerasan dipengaruhi oleh beban roda banyak (tidak tunggal), maka bebannya harus dikonversikan ke dalam nilai beban roda tunggal ekivalen (equivalent single-whel load, ESWL) dan metoda rancangan selanjutnya didasarkan pada roda tunggal. Konsep konversi beban roda banyak menjadi beban roda tunggal menjadi sangat penting utuk di pelajari. Metoda ini sering dipakai untuk perancangan perkerasan bandara atau jalan raya dengan beban berat tapi dengan volume…
Read More

Beton

Media
Kuat Tarik Beton mempunyai kuat tekan yang sangat lebih tinggi dibandingkan dengan kuat tariknya. Nilai kuat Tarik berkisar antara 10-15% dari kuat tekannya. Kuat Tarik beton yang akurat sulit diukur. Pendekatan yang umumnya dilakukan, adalah dengan menggunakan modulus of rupture, yaitu tegangan tarik lentur beton yang timbul pada uji balok beton tanpa tulangan. Kuat Tarik beton juga sering di tentukan dengan melakukan uji belah silinder beton (split cilinder test). Pengujian dilakukan dengan menggunakan benda uji berbentuk silinder berdiameter 150mm dan Panjang 300 mm . Benda uji diletakkan pada alat uji pada arah memanjangnya, lalu dibebani merata di seluruh silindernya. Tegangan Tarik pada saat benda uji terbelah disebut ku7at silinder belah (split cylinder strength), yang nilai nya dapat di tentukan dengan: Dengan,       ƒt = Kuat Tarik belah atau kuat silinder…
Read More

Beton

Media
Kuat Lentur Kuat lentur (flexurel strength atau modulus of rupture) beton didefinisikan sebagai kekuatan beton yang diperoleh dari percobaan balok beton (150 mm x 150 mm x 500 mm) dengan pembebanan tiga titik,, yang dibebani sampai runtuh. Prosedur pengujian terdapat dalam AASHTO T-97. Kuat lentur (flexural strength) beton umur 28 hari diisyaratkan tidak boleh lebih rendah dari 4 Mpa (40 kg/cm2) (Pd. T-05-2004-B). dari uji balok beton tersebut, modulus keruntuhan (MR) ditentukan dengan persamaan:   dengan P = beban maksimum (lb), L = panjang balok (in), b = lebar rata-rata balok (in.) dan d = tebal balok (in.). Modulus Elastisitas Modulus elastisitas beton untuk beton dengan berat volume berkisar antara 1500 – 2500 kg/m3, diberikan oleh persamaan empiris: Untuk beton berkepaadatan normal dengan berat volume sekitar 2300 kg/m3: dengan, Ec        …
Read More

BETON 

Media
     Beton semen Portland umumnya digunakan perkerasan kaku. Kekuatan beton semen Portland bertambah dengan berjalanya waktu. Waktu pengerasan yang diambil untuk penentuan kuat tekan ultimit dalam perancangan., umumnya 28 hari setelah pengecoran,walaupun kekuatan 7 hari sering digunakan sebagai indikasi awal dari kekuatan altimitnya. Pelat beton dalam perkerasan kaku, setelah mengeras harus memenuhi kreteria kekuatan, keawetan, kedap air dan kekesatan permukaan. Campuran beton harus mempunyai kelecakan yang baik agar memberikan kemudahan pengerjaan dengan tanpa adanya pemisahan antar butiran. Perbandingan Campuran Penentuan perbandingan campuran dilakukan berdasarkan hitungan perancangan dan percobaan campuran dilaboratorium. Pd. T-05-2004-B mensyaratkan berat semen minimum 335 kg/m3, kecuali bila pengalaman setempat menunjukkan bahwa nilai tersebut bisa diturunkan. Namun, dalam hal apapun kadar semen tidak boleh lebih kecil dari 280 kg/m3. Kuat Tekan Material beton digunakan sebagai pelat perkerasan…
Read More

Prosedur Perancangan Campuran

Media
Perancangan campuran aspal untuk perkerasan jalan biasanya meliputi: pemilihan-pemilihan agregat, aspal dan bahan tambah yang digunakan, pengujian campuran aspal dengan berbagai macam perbandingan bahan campuran, dan pemilihan campuran optimum yang memberikan kinerja yang baik selama masa pelayanan. Idealnya, campuran harus disiapkan dan diuji pada kepadatan yang mendekati sama dengan kepadatan campuran pada saat dihamparkan di lapangan. Prosedur perancangan campuran biasanya meliputi: Persiapan dan pemadatan campuran aspal di laboratorium untuk mensimulasikan kondisi lapangan. Penentuan sifat-sifat benda diuji yang telah dipadatkan di laboratorium . Penentuan campuran optimum rancangan yang didasarkan pada sifat-sifat benda uji. Perbedaan cara perancangan campuran dipengaruhi oleh (Fwa, 2006): Alat dan cara digunakan dalam persiapan dan pemadatan benda uji campuran aspal. Sifat-sifat benda uji dipadatkan yang diteliti. Kriteria yang digunakan dalam memilih campuran optimum rancangan. Salah satu cara untuk…
Read More

Perancangan Campuran Aspal Panas

Media
Tujuan secara umum dari perancangan campuran aspal panas adalah untuk menentukan kombinasi aspal dan agregat yang akan memberikan kinerja perkerasan dalam jangka waktu yang lama dari setiap bagian struktur perkerasan. Perancangan campuran agregat aspal adalah prosedur laboratorium yang harus dikerjakan untuk menyusun susunan agregat yang akan digunakan dalam campuran aspal panas. Prosedur tersebut termasuk menentukan campuran agregat yang cocok untuk menghasilkan gradasi agregat yang baik dan memiliki tipe dan jumlah aspal yang digunakan sebagai bahan pengikat dari agregat. Dengan perancangan campuran aspal yang baik maka dapat diharapkan perkerasan akan mampu melayani variasi beban lalu-lintas dan kondisi lingkungan, dalam waktu jangka panjang (Asphalt Institute MS-2, 1997). Kadar aspal optimum adalah persen aspal yang memenuhi kriteria perancangan campuran untuk prosedur perancangan stabilitas Marshall. Menurut Asphalt Institute MS-22 (2001) perancangan campuran beraspal untuk…
Read More

Jenis-jenis Campuran Aspal Panas

Media
Campuran panas beton beraspal (Hot Mix Asphalt, HMA), kadang-kadang disebut beton aspaltik, yaitu campuran beraspal gradasi padat atau disingkat aspal panas (hot mix), adalah campuran dari semen aspal panas, biasanya dengan suhu tidak lebih dari 275°F (135°C), dengan agregat panas pada suhu lebih dari 300°F (145°C). Komponen-komponen ini dicampur dan kemudian dipadatkan di tempat pekerjaan dalam kondisi masih panas dengan temperatur minimal 225°F (107°C) (Krebs dan Walker, 1971). Temperatur yang tinggi memungkinkan dilakukannya pencampuran dengan baik, agregat terselimuti aspal dan pemadatan yang baik pula. Namun, harus tetap dijaga agar tidak terjadi pemanasan yang berlebihan, karena akan merusak semen aspal oleh akibat perubahan secara kimia yang mereduksi sifat-sifat kohesi dan keliatannya (ductility). Menurut Asphalt Institute MS-16, material campuran beraspal panas harus dihamparkan dan dipadatkan sebelum temperatur campuran turun di bawah 85°C…
Read More

Bahan Susun Campuran Beraspal

Media
Telah disebutkan, bahwa untuk lapis perkerasan, aspal harus mampu mempunyai kekuatan dan keawetan yang baik. Bahan susun lapisan perkerasan tediri dari: agregat dan aspal sebagai bahan pengikat. Perbandingan campuran agregat dan aspal bergantung pada kebutuhan dan jenis lapis perkerasan yang akan digunakan. Untuk perkerasan jalan, bahan-bahan yang digunakan untuk perkerasan harus mampu mendukung beban lalu-lintas dan tahan terhadap pengaruh udara, air dan perubahan suhu, serta harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Agregat yang merupakan bahan utama untuk struktur perkerasan jalan, adalah sekumpulan  butir-butir batu pecah dan pasir, atau mineral yang lain, baik dari hasil alam, maupun buatan. Lapis perkerasan mengandung 90-95% agregat berdasarkan persen berat, atau 75-78% agregat berdasarkan persen volume. Agregat yang digunakan harus dalam keadaan bersih dari kotoran, bahan-bahan organik atau bahan lain yang tidak dikehendaki, karena akan mengurangi…
Read More