MATERIAL PERKERASAN JALAN

Media
                            Perkerasan jalan dibuat dari berbagai macam material alam. Pemilihan material harus didasarkan pada beberapa pertimbangan, seperti: persyaratan struktur perkerasan, ekonomis, keawetan, kemudahan dikerjakan dan pengalaman setempat. Material untuk perkerasan lentur dan kaku, meliputi: material granuler atau agregat batuan, aspal, beton dan baja tulangan. Agregat adalah sekumpulan butiran batu pecah, kerikil pasir atau material lain, berupa material alam atau buatan. Sistem perkerasan jalan umumnya mengandung 90 – 95% agregat berdasarkan persen berat atau 70 – 75% persen volume.                              Dalam perkerasan lentur, agregat batuan digunakan sebagai material pembentuk lapis permukaan, lapis pondasi dan lapis pondasi bawah. Material tersebut harus mempunyai gradasi tertentu agar memenuhi…
Read More

Pengaruh Lingkungan

Media
               Lapisan perkerasan berfungsi sebagai penyebar beban ke tanah-dasar. Cara dimana tanah-dasar mendukung beban roda bergantung, selain pada reaksinya terhadap beban, juga terhadap pengaruh lingkungan. 1. Pengaruh Kelembaban. Air di dalam tanah-dasar dapat merupakan hasil infiltrasi air permukaan atau pengaruh dari air tanah. Dijelaskan oleh Yoder dan Witczack (1975), perubahan kadar air pada tanah-dasar akan mengakibatkan dua tipe perubahan, yaitu: Perubahan Volume tanah dan Perubahan Kekuatan. Pengaruh perubahan kadar air (kelembaban) pada kekuatan atau kekakuan tanah-dasar diperhitungkan dengan mengevaluasi parameter kekuatan tanah-dasar (contohnya, CBR dan modulus elastis) pada kadar air yang diperkirakan akan terjadi selama periode rancangan atau umur rencana. Karena itu, penting untuk mengestimasi secara tepat nilai kadar air rancangan yang sesuai dengan kondisi lapangan jangka panjang. Jadi, sensitifitas kekuatan/kekakuan tanah-dasar pada perubahan…
Read More

Tanah Dasar

Media
Perkerasan berfungsi  untuk memberikan permukaan halus pada kendaraan untuk segala musim. Kinerja perkerasan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik tanah-dasar. Tanah sebagai pondasi  yang secara langsung menerima beban lalulintas dari lapis perkerasan yang berada diatasnya, disebut tanah-dasar (subgrade). Karena tanah-dasar merupakan bagian dasar, di mana pondasi bawah (subbase), pondasi (base) atau perkerasan berada, maka integritas dari struktur perkerasan bergantung pada stabilitas struktur tanah-dasar. Tanah-dasar merupakan tanah dengan ketebalan tertentu yang didapatkan. Umumnya, tanah-dasar yang berfungsi sebagai alas/pondasi jalan, terdiri dari material dalam galian atau urugan didapatkan dengan kedalaman tertentu dibawah dasar struktur perkerasan. Semakin kaku perkerasan, maka penyebaran tekanan roda ke tanah-tanah semakin mengecil. Dengan demikian, kedalaman tanah-dasar akan bervariasi dan bergantung pada besarnya beban dan tipe perkerasan. Perkerasan jalan sebagai lapisan pelindung tanah-dasar, mendistribusikan beban roda kendaraan ke tanag-dasar tersebut. Tanpa…
Read More

Tahanan Gelincir

Media
Kemampuan perkerasan untuk mengakomodasi pengereman kendaraan dan gerakan membelok merupakan fungsi dari tahanan gelincir atau kekesatan permukaan. Jadi, kekesatan adalah kemampuan permukaan terhadap penggelinciran roda kendaraan. Problem penggelinciran roda (slip) oleh akibat kurangnya kekesatan permukaan tersebut, biasanya terjadi pada saat permukaan perkerasan basah oleh air. Faktor-faktor penyebab penggelinciran yang menyebabkan kecelakaan antara lain: Hydroplaning ban kendaraan yang disebabkan oleh genangan air di permukaan perkerasan yang bergelombang. Kandungan agregat dengan permukaan licin di dalam struktur perkerasan terlalu berlebihan. Kegemukan (bleeding) emulsi aspal pada permukaan aspal, akibat kadar aspal yang berlebihan campuran beton aspal. Adanya tumpahan bahan berminyak di permukaan perkerasan. Ketika alur-alur terbentuk di permukaan aspal, air yang berkumpul pada lintasan roda dapat menyebabkan roda kendaraan kehilangan kontaknya dengan permukaan perkersan, sehingga roda kendaraan dapat mengalami slip. Agregat batuan dengan permukaan…
Read More

Kondisi Fungsional dan Struktural

Media
Perkerasan jalan dibangun untuk melayani lalu-lintas dan pelayanan publik. Karena itu, jalan sedapat mungkin dibangun dengan standar yang tinggi, permukaan rata, tapi masih dalam batas-batas nilai ekonomis. Jika volume lalu-lintas tidak besar, maka tidak begitu diperlukan permukaan yang rata sempurna, tapi dibutuhkan permukaan yang masih dalam batas-batas toleransi, sehingga masih dapat menjamin kelancaran lalu-lintas. Dalam ukuran kerataan permukaan jalan maka ditinjau dari dua sudut pandang (Yoder dan Witczak, 1975), yaitu: Sudut pandang apakah permukaan perkerasan masih cukup rata untuk melayani kendaraan bermotor. Sudut pandang yang dikaitkan dengan indikasi kegagalan satu atau lebih lapisan dalam struktur perkerasan. Distorsi permukaan perkerasan arah memanjang dapat mengakibatkan timbulnya getaran dan goncangan yang berlebihan pada kendaraan yang lewat di atas permukaan perkerasan. Selain itu, distori melintang juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan kendaraan. Kondisi fungsional menyatakan kualitas…
Read More

Tipe-tipe Pembangunan Perkerasan

Media
Tipe-tipe perkerjaan pembangunan perkerasan dapat dibagi menjadi (Mass Highway, 2006): 1)   Pembangunan baru (new construction) 2)  Pembangunan kembali (reconstruction) 3)  Reklamasi (reclamation) 4)  Perataan (resurfacing) 5)  Pemeliharaan (preservation) Penjelasan masing-masing tipe pembangunan perkerasan adalah sebagai berikut. Pembangunan baru. Pembangunan baru adalah pembangunan struktur perkerasan yang diletakkan pada tanah-dasar yang disiapkan. Hal ini bisa berupa pembangunan jalan raya baru, pemindahan jalan raya, atau bagian jalan baru yang berupa pelebaran jalan. Pembangunan kembali (reconstruction). Pembangunan kembali perkerasan dilakukan bila struktur perkerasan eksisting dibongkar total dan diganti dengan struktur perkerasan yang baru. Hal ini dilakukan bila perkerasan eksisting telah mengalami kerusakan berat sehingga tidak bisa dilakukan  aksi perbaikan lagi. Tipe dan luas area kerusakan akan menentukan kapan perkerasan dibutuhkan pembangunan kembali. Reklamasi. Reklamasi perkerasan adalah penggunaan kembali struktur perkerasan dengan cara menghancurkan dan…
Read More

Klasifikasi Jalan

Media
Klasifikasi menurut kelas jalan berkaitan dengan kemampuan jalan dalam menerima beban lalu-lintas yang dinyatakan dalam muatan sumbu terberat (MST) dalam satuan ton, dan kemampuan jalan tersebut dalam melayani lalu-lintas kendaraan dengan dimensi tertentu. Klasifikasi kelas jalan, fungsi jalan dan dimensi kendaraan maksimum kendaraan yang diijinkan melalui jalan tersebut. Istilah-istilah dan definisi fungsi jalan yang mengacu pada RSNI T-14-2004 adalah sebagai berikut : Jalan Perkotaan adalah jalan di daerah perkotaan yang mempunyai perkembangan secara permanen dan menerus sepanjang seluruh atau hampir seluruh jalan, minimum pada satu sisi jalan, apakah berupa perkembangan lahan atau bukan. Jalan pada atau dekat pusat perkotaan dengan penduduk lebih dari 100.000 jiwa selalu digolongkan dalam kelompok ini. Jalan di daerah perkotaan dengan penduduk kurang dari 100.000 jiwa juga digolongkan dalam kelompok ini, jika mempunyai perkembangan samping jalan…
Read More

Fungsi Perkerasan Jalan

Media
Fungsi utama perkerasan adalah menyebarkan beban roda ke area permukaan tanah-dasar yang lebih luas dibandingkan luas kontak roda dan perkerasan, sehingga mereduksi tegangan maksimum yang terjadi pada tanah-dasar, yaitu pada tekanan di mana tanah-dasar tidak mengalami deformasi berlebihan selama masa pelayanan perkerasan. Secara umum, fungsi perkerasan jalan, adalah: Untuk memberikan struktur yang kuat dalam mendukung beban lalu-lintas. Untuk memberikan permukaan rata bagi pengendara. Untuk memberikan kekesatan atau tahanan gelincir (skid resistance) di permukaan perkerasan. Untuk mendistribusikan beban kendaraan ke tanah-dasar secara memadai , sehingga tanah-dasar terlindungi dari tekanan yang berlebihan. Untuk melindungi tanah-dasar dari pengaruh buruk perubahan cuaca. Sistem perkerasan harus dirancang tahan-lama, sehingga tidak mengalami kerusakan prematur akibat pengaruh lingkungan (air, oksidasi, pengaruh temperature). Material pembentuk perkerasan jalan, umumnya sangat dipengaruhi oleh faktor kelembaban (kadar air) dan lingkungan. Kelembaban…
Read More

Construction Method Concrete Dam

Media
Construction method yang akan dibahas di sini tidak bisa detail, tetapi cukup untuk gambaran yang nantinya dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi pekerjaan yang dihadapi. Pekerjaan Persiapan Pada dasarnya pekerjaan persiapan yang harus dilakukan adalah sama saja dengan pada bendungan tipe urugan (embankment dam). Bedanya hanya yang menyangkut kekhususan masing-masing, terutama materilanya yaitu antara tanah dan beton, termasuk penetapan letak Concrete Batching Plant. Pada bendungan beton, material yang ditranspor agak berbeda, karena bentuknya sebagai material campuran beton yang diproduksi oleh Concrete Batching Plant. Material handling dapat dilakukan dengan alat yang sederhana (cable ways) tetapi banyak juga sudah menggunakan alat modern seperti tower crane. Alat untuk material handling dapat digambarkan secara skematis seperti Gambar 7.1. Berbagai jenis cableway, yaitu fixed tower cableways, dan travelling cableways dapat dilihat pada Gambar 7.2.…
Read More

Construction Method Embankment Dam

Media
Umum fakta-fakta bahwa desain Embankment Dam tidaklah selalu final, setelah terjadi modifikasi pelaksanaan. Embankment Dam, biasanya dilaksanakan cukup lama dan mengalami berbagai musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Oleh karena itu bila memungkinkan program pelaksanaan (construction program) harus membuat kegiatan yang paling besar pada setiap musim kering. Program ini perlu disesuaikan dengan pengalokasian sumber daya dan juga cash flow baik oleh kontraktor maupun owner. Dengan demikian durasu proyek dibagi dalam dua bagian yaitu bagian musim kering dimana kegiatan dibuat maksimal dan bagian musim hujan kegiatan hanya dilakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak terlalu terpengaruh oleh hujan. Lihat Tabel 6.1. Pekerjaan Persiapan Untuk pekerjaan besar seperti  embankment dam, pekerjaan persiapan mempunyai peran yang penting dalam menunjang pekerjaan pokok. Pekerjaan persiapan meliputi hal-hal sebagai berikut: Survey untuk menetapkan quarry tanah untuk material timbunan…
Read More