Beton

Media
Kuat Lentur Kuat lentur (flexurel strength atau modulus of rupture) beton didefinisikan sebagai kekuatan beton yang diperoleh dari percobaan balok beton (150 mm x 150 mm x 500 mm) dengan pembebanan tiga titik,, yang dibebani sampai runtuh. Prosedur pengujian terdapat dalam AASHTO T-97. Kuat lentur (flexural strength) beton umur 28 hari diisyaratkan tidak boleh lebih rendah dari 4 Mpa (40 kg/cm2) (Pd. T-05-2004-B). dari uji balok beton tersebut, modulus keruntuhan (MR) ditentukan dengan persamaan:   dengan P = beban maksimum (lb), L = panjang balok (in), b = lebar rata-rata balok (in.) dan d = tebal balok (in.). Modulus Elastisitas Modulus elastisitas beton untuk beton dengan berat volume berkisar antara 1500 – 2500 kg/m3, diberikan oleh persamaan empiris: Untuk beton berkepaadatan normal dengan berat volume sekitar 2300 kg/m3: dengan, Ec        …
Read More

BETON 

Media
     Beton semen Portland umumnya digunakan perkerasan kaku. Kekuatan beton semen Portland bertambah dengan berjalanya waktu. Waktu pengerasan yang diambil untuk penentuan kuat tekan ultimit dalam perancangan., umumnya 28 hari setelah pengecoran,walaupun kekuatan 7 hari sering digunakan sebagai indikasi awal dari kekuatan altimitnya. Pelat beton dalam perkerasan kaku, setelah mengeras harus memenuhi kreteria kekuatan, keawetan, kedap air dan kekesatan permukaan. Campuran beton harus mempunyai kelecakan yang baik agar memberikan kemudahan pengerjaan dengan tanpa adanya pemisahan antar butiran. Perbandingan Campuran Penentuan perbandingan campuran dilakukan berdasarkan hitungan perancangan dan percobaan campuran dilaboratorium. Pd. T-05-2004-B mensyaratkan berat semen minimum 335 kg/m3, kecuali bila pengalaman setempat menunjukkan bahwa nilai tersebut bisa diturunkan. Namun, dalam hal apapun kadar semen tidak boleh lebih kecil dari 280 kg/m3. Kuat Tekan Material beton digunakan sebagai pelat perkerasan…
Read More

Prosedur Perancangan Campuran

Media
Perancangan campuran aspal untuk perkerasan jalan biasanya meliputi: pemilihan-pemilihan agregat, aspal dan bahan tambah yang digunakan, pengujian campuran aspal dengan berbagai macam perbandingan bahan campuran, dan pemilihan campuran optimum yang memberikan kinerja yang baik selama masa pelayanan. Idealnya, campuran harus disiapkan dan diuji pada kepadatan yang mendekati sama dengan kepadatan campuran pada saat dihamparkan di lapangan. Prosedur perancangan campuran biasanya meliputi: Persiapan dan pemadatan campuran aspal di laboratorium untuk mensimulasikan kondisi lapangan. Penentuan sifat-sifat benda diuji yang telah dipadatkan di laboratorium . Penentuan campuran optimum rancangan yang didasarkan pada sifat-sifat benda uji. Perbedaan cara perancangan campuran dipengaruhi oleh (Fwa, 2006): Alat dan cara digunakan dalam persiapan dan pemadatan benda uji campuran aspal. Sifat-sifat benda uji dipadatkan yang diteliti. Kriteria yang digunakan dalam memilih campuran optimum rancangan. Salah satu cara untuk…
Read More

Perancangan Campuran Aspal Panas

Media
Tujuan secara umum dari perancangan campuran aspal panas adalah untuk menentukan kombinasi aspal dan agregat yang akan memberikan kinerja perkerasan dalam jangka waktu yang lama dari setiap bagian struktur perkerasan. Perancangan campuran agregat aspal adalah prosedur laboratorium yang harus dikerjakan untuk menyusun susunan agregat yang akan digunakan dalam campuran aspal panas. Prosedur tersebut termasuk menentukan campuran agregat yang cocok untuk menghasilkan gradasi agregat yang baik dan memiliki tipe dan jumlah aspal yang digunakan sebagai bahan pengikat dari agregat. Dengan perancangan campuran aspal yang baik maka dapat diharapkan perkerasan akan mampu melayani variasi beban lalu-lintas dan kondisi lingkungan, dalam waktu jangka panjang (Asphalt Institute MS-2, 1997). Kadar aspal optimum adalah persen aspal yang memenuhi kriteria perancangan campuran untuk prosedur perancangan stabilitas Marshall. Menurut Asphalt Institute MS-22 (2001) perancangan campuran beraspal untuk…
Read More

Jenis-jenis Campuran Aspal Panas

Media
Campuran panas beton beraspal (Hot Mix Asphalt, HMA), kadang-kadang disebut beton aspaltik, yaitu campuran beraspal gradasi padat atau disingkat aspal panas (hot mix), adalah campuran dari semen aspal panas, biasanya dengan suhu tidak lebih dari 275°F (135°C), dengan agregat panas pada suhu lebih dari 300°F (145°C). Komponen-komponen ini dicampur dan kemudian dipadatkan di tempat pekerjaan dalam kondisi masih panas dengan temperatur minimal 225°F (107°C) (Krebs dan Walker, 1971). Temperatur yang tinggi memungkinkan dilakukannya pencampuran dengan baik, agregat terselimuti aspal dan pemadatan yang baik pula. Namun, harus tetap dijaga agar tidak terjadi pemanasan yang berlebihan, karena akan merusak semen aspal oleh akibat perubahan secara kimia yang mereduksi sifat-sifat kohesi dan keliatannya (ductility). Menurut Asphalt Institute MS-16, material campuran beraspal panas harus dihamparkan dan dipadatkan sebelum temperatur campuran turun di bawah 85°C…
Read More

Bahan Susun Campuran Beraspal

Media
Telah disebutkan, bahwa untuk lapis perkerasan, aspal harus mampu mempunyai kekuatan dan keawetan yang baik. Bahan susun lapisan perkerasan tediri dari: agregat dan aspal sebagai bahan pengikat. Perbandingan campuran agregat dan aspal bergantung pada kebutuhan dan jenis lapis perkerasan yang akan digunakan. Untuk perkerasan jalan, bahan-bahan yang digunakan untuk perkerasan harus mampu mendukung beban lalu-lintas dan tahan terhadap pengaruh udara, air dan perubahan suhu, serta harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Agregat yang merupakan bahan utama untuk struktur perkerasan jalan, adalah sekumpulan  butir-butir batu pecah dan pasir, atau mineral yang lain, baik dari hasil alam, maupun buatan. Lapis perkerasan mengandung 90-95% agregat berdasarkan persen berat, atau 75-78% agregat berdasarkan persen volume. Agregat yang digunakan harus dalam keadaan bersih dari kotoran, bahan-bahan organik atau bahan lain yang tidak dikehendaki, karena akan mengurangi…
Read More

Emulsi Aspal (Asphalt Emulsion)

Media
Dalam pengertian secara umum, emulasi adalah sistem dispersi antara dua bahan zat cair yang tidak saling melarut. Salah satu zat cair itu terdispersi dalam zat yang lain dalam bentuk butir-butir yang sangat halus. Biasanya emulsi terdiri atas minyak dan air. Kalau fase dispersi terdiri atas minyak, emulsi disebut minyak dalam air, dan bila sebaliknya maka disebut air dalam minyak. Agar diperoleh emulsi yang stabil, biasanya ditambahkan zat pengemulsi, seperti sabun dan detergen lain dalam jumlah sedikit. Emulsi alami misalnya susu, terdapat pula emulsi getah karet dalam air. Emulsi banyak digunakan dalam proses-proses industri, seperti dalam pembuatan plastik, obat-obatan dan bahan-bahan kosmetik. Emulsi dikembangkan pertama kali pada awal tahun 1990. Pada tahun 1920-an, emulsi mulai digunakan dalam perkerasan. Awalnya digunakan dalam bentuk semprotan, dan sebagai debu ringan. Dua faktor utama, yairu…
Read More

Cutback Asphalt

Media
Pada banyak pekerjaan jalan, terutama pada pekerjaan jalan yang sederhana, lebih menguntungkan bila digunakan aspal dalam bentuk cair pada temperatur yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan aspal penetrasi bermutu tinggi. Material cutback dibuat dari menggabungkan semen aspal dengan minyak yang mudah menguap, yang diperoleh dari destilasi tahap pertama dalam produksi aspal. Aspal cutback ini dibuat dengan menambahkan larutan tersebut dalam semen aspal, dengan tujuan untuk menghasilkan aspal cair yang dapat dikerjakan dengan peralatan tanpa menggunakan temperatur yang tinggi. Sesudah material ini dihamparkan, maka dengan diberikannya waktu perawatan, material ini akan kembali menjadi aspal penetrasi secara normal. Dalam waktu perawatan (curing time), maka akan terjadi penguapan dari komponen yang mudah menguap. Dengan demikian, jika aspal ini dihamparkan pada jalan atau perkerasan, cairan pelarut menguap, dan meninggalkan semen aspal. Berikut ini disampaikan…
Read More

Semen Aspal (Asphalt Cement, AC)

Media
Semen aspal adalah aspal yang diolah untuk memenuhi syarat sebagai bahan-bahan, seperti: perkerasan, atap, industri, dan maksud-maksud khusus yang lain. Semen aspal pada temperatur ruang, yaitu sekitar 20° - 30°C berbentuk padat dan untuk membuat aspal menjadi cair, maka dipanaskan. Dalam masalah perkerasan jalan, semen aspal ini merupakan material semi-padat yang digunakan untuk membuat aspal panas (hot mix), untuk perawatan permukaan perkerasan, lapisan penutup (seal hot) dan pengisi retakan (crack filling). Macam-macam kualitas sistem digunakan untuk menspesifikasikan semen aspal dengan kekerasannya (hardness), kekentalan (viscosity), dan karakteristik kinerja yang diinginkan. Bahan tambah dan/atau perubah dapat dikombinasikan dengan semen aspal untuk merubah sifatnya. Kekentalan (viscosity) adalah suatu ukuran kemampuan aspal untuk mengalir pada temperatur yang diberikan. Aspal semakin kaku, jika kekentalannya semakin tinggi. Pengelompokan semen aspal dilakukan berdasarkan nilai penetrasi pada temperatur…
Read More

Aspal

Media
Aspal merupakan bahan pembentuk lapis permukaan dari perkerasan lentur maupun perkerasan komposit. Aspal juga digunakan sebagai bahan pengikat dalam stabilisasi tanah-dasar atau lapis pondasi. Aspal (asphalt) adalah material hasil penyaringan minyak mentah dan merupakan hasil dari industri perminyakan. Aspal merupakan material untuk perekat, berwarna coklat gelap sampai hitam, dengan unsur pokok yang dominan adalah bitumen. Hidrokarbon merupakan bahan dasar utama dari aspal yang sering disebut bitumen ini. Aspal yang terbentuk dari banyak molekul hidrokarbon ini mempunyai komposisi kimia yang bermacam-macam. Pembentukan kolloid aspal bergantung pada sifat kimia dan persen dari molekul hidrokarbon, serta hubungan satu dengan yang lain. Sifat kimia dan fisik aspal yang bermacam-macam ini, disebabkan oleh bervariasinya sumber minyak mentah dan proses penyaringannya. Di Amerika Utara, bahan pengikat umumnya disebut semen aspal (asphalt cement), sedang di Eropa disebut…
Read More