Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Beton

  1. Kuat Tarik

Beton mempunyai kuat tekan yang sangat lebih tinggi dibandingkan dengan kuat tariknya. Nilai kuat Tarik berkisar antara 10-15% dari kuat tekannya. Kuat Tarik beton yang akurat sulit diukur. Pendekatan yang umumnya dilakukan, adalah dengan menggunakan modulus of rupture, yaitu tegangan tarik lentur beton yang timbul pada uji balok beton tanpa tulangan.

Kuat Tarik beton juga sering di tentukan dengan melakukan uji belah silinder beton (split cilinder test). Pengujian dilakukan dengan menggunakan benda uji berbentuk silinder berdiameter 150mm dan Panjang 300 mm . Benda uji diletakkan pada alat uji pada arah memanjangnya, lalu dibebani merata di seluruh silindernya. Tegangan Tarik pada saat benda uji terbelah disebut ku7at silinder belah (split cylinder strength), yang nilai nya dapat di tentukan dengan:

Dengan,

      ƒt = Kuat Tarik belah atau kuat silinder belah (N/mm2)

P = beban pada saat runtuh (N)

L = Panjang benda uji (m)

d = diameter benda uji (m)

Nilai yang diperoleh pada beberapa benda uji, secara tipikal berkisar antara 0,5 – 06ƒc’, sehingga untuk beton normal sering digunakan nilai 0,57.

 

  1. Air

Air yang digunakan untuk campuran harus bersih dan bebas dari minyak, garam, asam, bahan nabati, lanau atau bahan-bahan lain dalam jumlah tertentu yang mengganggu kualitas beton. Untuk menghasilkan beton yang padat dan awet dengan kadar udara yang disyaratkan, maka kadar air harus dijaga serendah mungkin, dengan mempertimbangkan kemudahan dikerjakan. Faktor air semen yang rendah sangat membantu dalam mempertahankan kekesatan permukaan beton. Air harus diukur dengan volume atau berat dengan menggunakan alat ukur yang mempunyai akuransi 2%.

 

  1. Agregat

          Agregat terdiri dari agregat halus dan kasar. Agregat halus erdiri dari pasir atau butiran – butiran yang lolos saringan no.4 (0,425 mm), sedang agregat kasar adalah agregat yang tidak lolos sringan tersebut. Umumnya penggunaan agregat dalam adukan beton mencapai jumlah sekitar 70-75% dari seluruh volume padat beton.

Untuk mencapai kuat tekan dan keawetan yang tinggi, maka kepadatan dan kekerasan beton harus memenuhi syarat. Untuk membentuk material yang padat., diperlukan susunan butiran agregat yang baik. Kekerasan agregat kasar harus memenuhi prosedur AASHTO T-9, Yaitu kehilangan berat tidak lebih dari 12% dengan sodium sulfat, atau 15% dengan magnesium sulfat.

Persyaratan mutu agregat tercantum dalam SK SNI S-04-1989-F. Diameter agregat batu pecah harus < 1/3 tebal pelat atau <3/4 jarak bersih minimum antar tulangan. Hal ini, kerana bila agregat semakin besar, maka akan mereduksi volume pasta semen, Sehingga mereduksi penyusutan. Selain itu, ukuran agregat yang lebih besar akan memperbesar penguncian antar agregat dan transfer beban, bial terjadi retakan. Gradasi agregat yang seragam atau gradasi senjang (gap graded) akan menambah jumlah semen yang digunakan.

 

  1. Semen

Persyaratan mutu semen yang digunakan sebagai bahan pengikat terdapat dalam SNI 15-2049-1994. Semen yang digunakan harus memperhatikan faktor lingkungan dimana perkerasan akan dibangun. Beton yang dihasilkan harus mempunyai ketahanan terhadap abrasi.

 

  1. Tulangan

Baja tulangan digunakan sebagai bahan alat transfer beban (dowel, tie-bar), maupun sebagai tulangan pada perkerasan kaku. Sifat baja yang penting diketahui adalah tegangan leleh (yield strength,ƒy) dan modulus elastisitasnya (Es). Tegangan leleh adalah tegangan baja pada saat kenaikan tegangan tidak lagi disertai dengan kenaikan regangan secara proporsional. Dalam perancangan, nilai tegangan leleh(ƒy) biasanya ditentukan lebih dulu. SK SNI T-15-1991-03 menetapkan bahwa modulus elastilitas baja (Es) adalah 200.000 MPa.

Kuat Tarik ijin tulangan bervariasi bergantung pada mutu baja. Umumnya direkomendasikan, kuat Tarik tulangan ijin di ambil 2/3 dari kuat leleh (yield strength) baja.

 

Hardiyatmo, Hary Christady. 2019. “Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM-Press).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *