Kediri, Jawa Timur, Indonesia

BETON 

     Beton semen Portland umumnya digunakan perkerasan kaku. Kekuatan beton semen Portland bertambah dengan berjalanya waktu. Waktu pengerasan yang diambil untuk penentuan kuat tekan ultimit dalam perancangan., umumnya 28 hari setelah pengecoran,walaupun kekuatan 7 hari sering digunakan sebagai indikasi awal dari kekuatan altimitnya.

Pelat beton dalam perkerasan kaku, setelah mengeras harus memenuhi kreteria kekuatan, keawetan, kedap air dan kekesatan permukaan. Campuran beton harus mempunyai kelecakan yang baik agar memberikan kemudahan pengerjaan dengan tanpa adanya pemisahan antar butiran.

  1. Perbandingan Campuran

Penentuan perbandingan campuran dilakukan berdasarkan hitungan perancangan dan percobaan campuran dilaboratorium. Pd. T-05-2004-B mensyaratkan berat semen minimum 335 kg/m3, kecuali bila pengalaman setempat menunjukkan bahwa nilai tersebut bisa diturunkan. Namun, dalam hal apapun kadar semen tidak boleh lebih kecil dari 280 kg/m3.

  1. Kuat Tekan

Material beton digunakan sebagai pelat perkerasan dalam perkerasan kaku. Beton semen Portland merupakan campuran dari bahan-bahan agregat halus dan kasar, yaitu pasi, batu, batu pecah, atau bahan semcamnya, dengan menambahkan air dan semen sebagai bahan perekat. Pelat beton harus mempunyai ketebalan yang cukup untuk menahan beban lalu-lintas supaya tidak terjadi keruntuhan yang prematur. Nilai kekuatan serta daya tahan beton bergantung pada banyak factor, termasuk rasio campuran dan mutu bahan susun, metoda pelaksanaan, temperature, dan perawatan setelah pengecoran.

Secara tipikal, kuat tekan beton umur 7 hari bisa mencapai 70% dan pada umur 14 hari mencapai 85-90% dari kuat tekan beton 28 hari. Kuat tekan beton umur 28 hari berkisar antara 10-65 MPa. Untuk kebanyakan struktur beton bertulang, umumnya digunakan beton dengan kuat tekan (ƒc’) antara 17- 30 MPa. Dalam uji tekan beton, umumnya kuat tekan beton maksimum tercapai pada rengangan sekitar 0,002. Setelah regangan tersebut, kuat tekan akan menurun sampai benda uji runtuh pada reganagan sekitar 0,003-0,005. Beton dengan kuat tekan tinggi akan bersifat lebih getas, dan akan hancur pada nilai regangan yang lebih rendah. SK SNI T-15-1991-03 menyarankan regangan kerja maksimum yang diperhitungkan pada serat tepi beton terluar adalah 0,003 sebagai batas hancur.

Hardiyatmo, Hary Christady. 2019. “Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM-Press).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *