Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Prosedur Perancangan Campuran

Perancangan campuran aspal untuk perkerasan jalan biasanya meliputi: pemilihan-pemilihan agregat, aspal dan bahan tambah yang digunakan, pengujian campuran aspal dengan berbagai macam perbandingan bahan campuran, dan pemilihan campuran optimum yang memberikan kinerja yang baik selama masa pelayanan. Idealnya, campuran harus disiapkan dan diuji pada kepadatan yang mendekati sama dengan kepadatan campuran pada saat dihamparkan di lapangan.

Prosedur perancangan campuran biasanya meliputi:

  1. Persiapan dan pemadatan campuran aspal di laboratorium untuk mensimulasikan kondisi lapangan.
  2. Penentuan sifat-sifat benda diuji yang telah dipadatkan di laboratorium .
  3. Penentuan campuran optimum rancangan yang didasarkan pada sifat-sifat benda uji.

Perbedaan cara perancangan campuran dipengaruhi oleh (Fwa, 2006):

  1. Alat dan cara digunakan dalam persiapan dan pemadatan benda uji campuran aspal.
  2. Sifat-sifat benda uji dipadatkan yang diteliti.
  3. Kriteria yang digunakan dalam memilih campuran optimum rancangan.

Salah satu cara untuk menentukan campuran optimum rancangan adalah metode Marshall, yang pertama kali ditemukan oleh Bruce Marshall. Metode Marshall  ini pada awalnya digunakan untuk perancangan perkerasan di bandara. Namun, dalam perkembangannya, US.Corp of Engineer telah menambahkan beberapa segi dalam melakukan perancangan campuran optimum.

 

Hardiyatmo, Hary Christady. 2019. “Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM-Press).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *