Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Perancangan Campuran Aspal Panas

Tujuan secara umum dari perancangan campuran aspal panas adalah untuk menentukan kombinasi aspal dan agregat yang akan memberikan kinerja perkerasan dalam jangka waktu yang lama dari setiap bagian struktur perkerasan. Perancangan campuran agregat aspal adalah prosedur laboratorium yang harus dikerjakan untuk menyusun susunan agregat yang akan digunakan dalam campuran aspal panas. Prosedur tersebut termasuk menentukan campuran agregat yang cocok untuk menghasilkan gradasi agregat yang baik dan memiliki tipe dan jumlah aspal yang digunakan sebagai bahan pengikat dari agregat. Dengan perancangan campuran aspal yang baik maka dapat diharapkan perkerasan akan mampu melayani variasi beban lalu-lintas dan kondisi lingkungan, dalam waktu jangka panjang (Asphalt Institute MS-2, 1997).

Kadar aspal optimum adalah persen aspal yang memenuhi kriteria perancangan campuran untuk prosedur perancangan stabilitas Marshall. Menurut Asphalt Institute MS-22 (2001) perancangan campuran beraspal untuk lapis perkerasan harus memenuhi sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Stabilitas (stability)
  2. Kelenturan (flexibility)
  3. Daya tahan atau keawetan (durability)
  4. Tahan terhadap kelelahan (fatigue)
  5. Mudah dikerjakan (workability)
  6. Kekesatan permukaan (skid resistance)
  7. Kedap (impermeable)

Stabilitas adalah kemampuan campuran beraspal dalam melawan deformasi plastis atau perubahan bentuk permanen akibat beban lalu-lintas. Stabilitas juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan lapisan perkerasan dalam melayani beban lau-lintas dengan tanpa mengalami deformasi permanen, seperti bergelombang dan timbulnya alur-alur. Stabilitas ditentukan oleh tahanan gesek atau derajat penguncian yang dapat dikembangkan oleh partikel agregat, dan kohesi yang dapat dikembangkan oleh semen aspal. Stabilitas akan maksimal, jika agregat mempunyai permukaan kasar/tidak beraturan, dan volume aspal yang cukup, sehingga adhesi dengan permukaan agregat dapat disebarkan dengan merata. Nilai stabilitas Marshall menyatakan beban dalam pon (Ib) yang menyebabkan keruntuhan dari benda uji campuran beton aspal panas padat yang diuji dalam alat Marshall. Stabilitas Marshall bertambah bila kadar aspal bertambah sampai nilai tertentu, setelah nilai tersebut stabilitasnya berkurang.

Kelenturan (flexibility) maksudnya adalah campuran aspal harus mampu mengakomodasi lendutan permanen dalam batas-batas tertentu dengan tanpa mengalami retak-retak. Untuk mendapatkan kelenturan yang tinggi, maka dapat digunakan agregat yang bergradasi terbuka atau gradasi senjang. Aspal yang digunakan harus lunak (penetrasi tinggi), atau digunakan kadar aspal relatif tinggi sejauh dalam batas-batas masih belum terjadi kegemukan (bleeding).

Daya tahan atau keawetan (durability), maksudnya adalah daya tahan suatu lapis perkerasan terhadap keausan (disintegrasi) akibat beban lalu-lintas dan pengaruh perubahan cuaca, dengan tanpa mengalami pelepasan film aspal dari butiran agregat. Perubahan cuaca dapat mengakibatkan penuaan aspal, yang antara lain meliputi oksidasi dan penguapan fraksi ringan aspal. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan durabilitas campuran agregat aspal adalah kadar aspal tinggi, gradasi agregat rapat, pemadatan sempurna, campuran agregat aspal kedap air, serta bantuan penyusun lapis perkerasan harus cukup keras.

Tahan terhadap kelelahan (fatigue), maksudnya adalah ketahanan campuran beraspal dalam menahan lendutan yang disebabkan oleh beban lalu-lintas yang berulang-ulang, sehingga campuran tidak cepat mengalami retak-retak.

Kemudahan dikerjakan (workability), maksudnya campuran aspal harus mudah dikerjakan dalam pelaksanaan di lapangan termasuk penghamparan dan pemadatannya.

Kekesatan permukaan atau ketahanan terhadap slip (skid resistance), maksudnya lapisan permukaan aspal harus mempunyai kekesatan yang cukup tinggi, sehingga menjamin keselamatan pemakai jalan, terutama bila dalam kondisi basah. Untuk mempertinggi kekesatan, maka kadar aspal harus tepat, permukaan agregat harus kasar, agregat berbentuk kubus dan persen agregat kasar cukup.

Kedap (impermeable), maksudnya kekedapan campuran beraspal terhadap masuknya air dan udara. Hal ini diperlukan untuk mencegah lolosnya air dan kontak langsung aspal dengan udara. Air dan udara akan mempercepat proses penuaan aspal. Selain itu, air juga dapat menyebabkan pengelupasan lapis film aspal yang berada di permukaan agregat.

Hardiyatmo, Hary Christady. 2019. “Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM-Press)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *