Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Material Perkerasan Jalan

                            Perkerasan jalan dibuat dari berbagai macam material alam. Pemilihan material harus didasarkan pada beberapa pertimbangan, seperti: persyaratan struktur perkerasan, ekonomis, keawetan, kemudahan dikerjakan dan pengalaman setempat. Material untuk perkerasan lentur dan kaku, meliputi: material granuler atau agregat batuan, aspal, beton dan baja tulangan. Agregat adalah sekumpulan butiran batu pecah, kerikil pasir atau material lain, berupa material alam atau buatan. Sistem perkerasan jalan umumnya mengandung 90 – 95% agregat berdasarkan persen berat atau 70 – 75% persen volume.

                             Dalam perkerasan lentur, agregat batuan digunakan sebagai material pembentuk lapis permukaan, lapis pondasi dan lapis pondasi bawah. Material tersebut harus mempunyai gradasi tertentu agar memenuhi syarat keawetan, kestabilan dan kekuatan. Agregat granuler dapat dalam kondisi tak terikat dan terikat atau tersementasi. Agregat granuler tak terikat biasanya berupa batu pecah dengan gradasi tertentu. Agregat granuler terikat atau tersementasi adalah material granuler yang distabilisasi dengan semen, kapur, atau bahan yang lain, sehingga butiran-butiranya dapat terikat satu sama lain. Karena butirannya terikat satu sama lain, material ini mampu menahan tegangan tarik yang signifikan.

 

Hardiyatmo, Hary Christady. 2019. “Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM-Press)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *