Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Tanah Dasar

Perkerasan berfungsi  untuk memberikan permukaan halus pada kendaraan untuk segala musim. Kinerja perkerasan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik tanah-dasar. Tanah sebagai pondasi  yang secara langsung menerima beban lalulintas dari lapis perkerasan yang berada diatasnya, disebut tanah-dasar (subgrade). Karena tanah-dasar merupakan bagian dasar, di mana pondasi bawah (subbase), pondasi (base) atau perkerasan berada, maka integritas dari struktur perkerasan bergantung pada stabilitas struktur tanah-dasar.

Tanah-dasar merupakan tanah dengan ketebalan tertentu yang didapatkan. Umumnya, tanah-dasar yang berfungsi sebagai alas/pondasi jalan, terdiri dari material dalam galian atau urugan didapatkan dengan kedalaman tertentu dibawah dasar struktur perkerasan. Semakin kaku perkerasan, maka penyebaran tekanan roda ke tanah-tanah semakin mengecil. Dengan demikian, kedalaman tanah-dasar akan bervariasi dan bergantung pada besarnya beban dan tipe perkerasan.

Perkerasan jalan sebagai lapisan pelindung tanah-dasar, mendistribusikan beban roda kendaraan ke tanag-dasar tersebut. Tanpa dukungan yang cukup dari tanah-dasar, perkerasan jalan akan mudah mengalami kerusakan. Kelangsungan jangka panjang dari dukungan tanah-dasar pada perkerasan harus terjaga dari perubahan iklim dan kondisi lalu-lintas. Tanah-dasar yang mengalami tegangan berlebihan akan mengakibatkan deformasi permanen yang berlebihan, sehingga permukaan perkerasan di atasnya menjadi bergelombang dan dapat menyebabkan kegegalan struktur perkerasan.

Hardiyatmo, Hary Christady. 2019. “Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM-Press)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *