Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Tahanan Gelincir

Kemampuan perkerasan untuk mengakomodasi pengereman kendaraan dan gerakan membelok merupakan fungsi dari tahanan gelincir atau kekesatan permukaan. Jadi, kekesatan adalah kemampuan permukaan terhadap penggelinciran roda kendaraan. Problem penggelinciran roda (slip) oleh akibat kurangnya kekesatan permukaan tersebut, biasanya terjadi pada saat permukaan perkerasan basah oleh air.

Faktor-faktor penyebab penggelinciran yang menyebabkan kecelakaan antara lain:

  1. Hydroplaning ban kendaraan yang disebabkan oleh genangan air di permukaan perkerasan yang bergelombang.
  2. Kandungan agregat dengan permukaan licin di dalam struktur perkerasan terlalu berlebihan.
  3. Kegemukan (bleeding) emulsi aspal pada permukaan aspal, akibat kadar aspal yang berlebihan campuran beton aspal.
  4. Adanya tumpahan bahan berminyak di permukaan perkerasan.

Ketika alur-alur terbentuk di permukaan aspal, air yang berkumpul pada lintasan roda dapat menyebabkan roda kendaraan kehilangan kontaknya dengan permukaan perkersan, sehingga roda kendaraan dapat mengalami slip. Agregat batuan dengan permukaan licin yang digunakan untuk campuran aspal, memberikan permukaan yang kurang tahan terhadap slip roda kendaraan. Demikian pula, bila kadar aspal dalam campuran beton aspal berlebihan. Kehilangan tahanan gelincir di permukaan perkeerasan dapat diatasi dengan melakukan pemeliharaan secara rutin.

Hardiyatmo, Hary Christady. 2019. “Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM-Press)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *