Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Tipe-tipe Pembangunan Perkerasan

Tipe-tipe perkerjaan pembangunan perkerasan dapat dibagi menjadi (Mass Highway, 2006):

1)   Pembangunan baru (new construction)

2)  Pembangunan kembali (reconstruction)

3)  Reklamasi (reclamation)

4)  Perataan (resurfacing)

5)  Pemeliharaan (preservation)

Penjelasan masing-masing tipe pembangunan perkerasan adalah sebagai berikut.

Pembangunan baru. Pembangunan baru adalah pembangunan struktur perkerasan yang diletakkan pada tanah-dasar yang disiapkan. Hal ini bisa berupa pembangunan jalan raya baru, pemindahan jalan raya, atau bagian jalan baru yang berupa pelebaran jalan.

Pembangunan kembali (reconstruction). Pembangunan kembali perkerasan dilakukan bila struktur perkerasan eksisting dibongkar total dan diganti dengan struktur perkerasan yang baru. Hal ini dilakukan bila perkerasan eksisting telah mengalami kerusakan berat sehingga tidak bisa dilakukan  aksi perbaikan lagi. Tipe dan luas area kerusakan akan menentukan kapan perkerasan dibutuhkan pembangunan kembali.

Reklamasi. Reklamasi perkerasan adalah penggunaan kembali struktur perkerasan dengan cara menghancurkan dan mengaduk perkerasan eksisting dan lapis pondasi bawah granuler kedalam material pondasi kerikil yang dilapisi ulang/lapis tambahan (overlay) dengan campuran aspal panas. Reklamasi perkerasan umumnya dilakukan langsung di tempat.

Perataan permukaan. Pernyataan permukaan perkerasan terdiri dari penghamparan  campuran aspal panas dengan tebal tertentu diatas perkerasan eksisting. Perataan permukaan dimaksudkan untuk memulihkan tingkat pelayanan yang lebih tinggi dan memberikan kekuatan struktural selama periode perancangan perkerasan.

Pemeliharaan. Pemeliharaan perkerasan adalah perbaikan permukaan untuk meyakinkan bahwa perkerasan dulunya mempunyai kondisi baik kembali menjadi baik. Pemeliharaan perkerasan ini hasilnya akan memperpanjang umur pelayanan, namun biasanya tidak memberikan kenaikan kekuatan struktural perkerasan.

Menurut DPU Bina-Marga, kegiatan pemeliharaan dibagi dalam 2 kategori, yaitu: pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala.

Pemeliharaan rutin mencakup pekerjaan-pekerjaan perbaikan kecil dan pekerjaan-pekerjaan rutin, yang umum dilaksanakan pada jangka waktu yang teratur dalam satu tahun dan atas dasar “sebagaimana yang dikehendaki”, seperti penambalan permukaan,  pemotongan rumput dan termasuk pekerjaan-pekerjaan perbaikan untuk menjaga agar jalan tetap pada kondisi yang baik. Pemeliharaan rutin, biasanya dilaksanakan pada semua ruas atau segmen yang dalam keadaan baik atau sedang, termasuk proyek-proyek pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan sesudah berakhirnya kekuatan mengenai pemeliharaan dalam kontrak.

Pemeliharaan berkala merupakan pekerjaan yang mempunyai frekuensi yang terencana lebih dari satu tahun pada salah satu lokasi. Untuk jalan-jalan kabupaten, pekerjaan ini terdiri dari pemberian lapis ulang/lapis tambahan pada jalan-jalan dengan lapis permukaan  dari aspal, dan pemberian lapis pulang kerikil pada jalan kerikil, termasuk pekerjaan menyiapkan permukaan.

Pada umumnya jalan-jalan berkondisi rusak atau rusak berat memerlukan usaha besar agar mencapai standar minimum yang sesuai untuk lalu-lintas yang diharapkan. Usaha-usaha tersebut dapat berupa pembangunan baru, peningkatan atau rehabilitasi dengan umur rencana 10 tahun. Istilah-istilah tipe pembangunan perkerasan jalan, menurut DPU Bina Marga:

1)   Pembangunan Baru. Pembangunan baru terdiri atas pekerjaan untuk meningkatkan jalan tanah atau jalan setapak agar dapat dilalui kendaraan roda empat. Karena kondisi jalan seperti ini, biasanya memerlukan biaya yang besar dengan pekerjaan tanah yang besar pula.

2)  Pekerjaan Peningkatan. Pekerjaan peningkatan merupakan standar pelayanan dari jalan yang sudah ada, baik dengan membuat lapisan menjadi lebih halus, seperti pengaspalan terhadap jalan yang belum diaspal, maupun penambahan lapis tipis aspal beton (Hot Rolled Sheet, HRS) pada jalan yang menggunakan Lapen, atau penambahan lapisan struktural yang berarti untuk memperkuat perkerasannya, maupun pelebaran lapis perkerasan yang ada.

3)  Pekerjaan Rehabilitasi. Pekerjaan ini diperlukan bila pekerjaan pemeliharaan yang seharusnya secara tetap dilaksanakan telah diabaikan, atau pemeliharaan berkala (pelapisan ulang/lapis tambahan) terlalu lama ditunda, sehingga keadaan lapis permukaan makin memburuk. Termasuk dalam kategori ini, ialah perbaikan terhadap kerusakan lapisan permukaan seperti lubang dan kerusakan struktural seperti ambles, asalkan kerusakan tersebut kurang dari 10-15% dari seluruh perkerasan yang biasanya berkaitan dengan lapisan aus baru.

4)  Pembangunan kembali. Pembangunan kembali secara keseluruhan biasanya diperlukan bila kerusakan struktural sudah tersebar luas sebagai akibat dari diabaikannya pemeliharaan, kekuatan rancangan yang tidak sesuai, atau karena umur rencana sudah terlewati.

Hardiyatmo, Hary Christady. 2019. “Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM-Press)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *