Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Construction Method Concrete Dam

Construction method yang akan dibahas di sini tidak bisa detail, tetapi cukup untuk gambaran yang nantinya dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi pekerjaan yang dihadapi.

Pekerjaan Persiapan

Pada dasarnya pekerjaan persiapan yang harus dilakukan adalah sama saja dengan pada bendungan tipe urugan (embankment dam). Bedanya hanya yang menyangkut kekhususan masing-masing, terutama materilanya yaitu antara tanah dan beton, termasuk penetapan letak Concrete Batching Plant.

Pada bendungan beton, material yang ditranspor agak berbeda, karena bentuknya sebagai material campuran beton yang diproduksi oleh Concrete Batching Plant.

Material handling dapat dilakukan dengan alat yang sederhana (cable ways) tetapi banyak juga sudah menggunakan alat modern seperti tower crane. Alat untuk material handling dapat digambarkan secara skematis seperti Gambar 7.1.

Berbagai jenis cableway, yaitu fixed tower cableways, dan travelling cableways dapat dilihat pada Gambar 7.2.

Cableway dengan menggunakan tiga tower, dapat dilihat pada Gambar 7.3.

Untuk pelaksanaan concrete dam, banyak menggunakan fixed tower crane. Lihat Gambar 7.4.

Pekerjaan Fondasi

Untuk jenis gravity dam dan buttress dam tekanan horizontal dari air, akan diteruskan ke dasar sungai, sedangkan untuk jenis arch dam tekanan horizontal diteruskan ke tebing tempat kaki-kaki arch dam.

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk semua jenis concrete dam adalah efek dari masuknya air ke fondasi karena tekanan dari air reservoir.

Secara umum peningkatan kualitas fondasi bagi gravity dam dapat diperoleh dengan memperdalam galian fondasi, tetapi tidak begitu halnya untuk arch dam, yaitu penggalian tebing pada kaki arch dam.

Pada dasarnya perbaikan tanah fondasi seperti grouting, sama dengan yang dilakukan pada embankment dam, tergantung kondisi tanahnya. khususnya untuk concrete dam, dimungkinkan adanya penggunaan cable prestress untuk menambah stabilitas dari bendungan seperti yang dapat dilihat pada Les Cheurfas Dam. Lihat Gambar 7.5.

untuk arch dam, setelah semua perkuatan fondasi dilakukan, maka langkah pertama adalah mengecor concrete footing. Lihat Gambar 7.6.

Crocreting (Pembetonan)

(1) Kapasitas concrete batching plant harus sesuai dengan kapasitas pekerjaan yang harus dicapai. Sebelum pengecoran dimulai, harus dilakukan trial mixing untuk menjamin diperolehnya kualitas beton sesuai persyaratan.

(2) Concrete handling juga harus dipikirkan agar dapat mencapau kapasitas pekerjaan dan teknik placcing-nya harus dapat menghindari terjadinya segregasi dari campuran beton. concrete handling dilakukan terganttung pada situasi dan kondisi setempat dapat menggunakan cable way atau tower crane, seperti yang diuraikan pada pekerjaan persiapan dengan menggunakan bucket.

(3) Untuk pengecoran concrete dam yang besar, bucket beton yang digunakan dapat berukuran

3 m3 sampai 6m3.

(4) Untuk meratakan beton dipergunakan Dozer 45 HP untuk bucket 3 s.d. 4 m3 dan Dozer 60 HP untuk bucket 6m3.

(5) Untuk menghemat penggunaan semen, kadang-kadang menggunakan batu-batu besar yang ditimbun dalam beton. batu tersebut dapat berukuran sampai 10 ton lebih. di Rusia telat dilakukan penggunaan batu berukuran lebih dari 3 m3 sebanyak 8 sampai 13% dari beton. penggunaan batu batu besar tersebut dapat mengurangi naiknya temperatur sampai 60 celcius.

(6) Form work (slip form atau jump form) dapat dipergunakan untuk mengecor dinding di bagian up stream dan down stream, sedang tengahnya diisi beton dan dinding-dinding tersebut berfungsi sebagai form work yang permanen 7.7, 7.8.

(7) Beberapa hari dalam proses pengerasan beton dalam volume yang besar, menimbulkan panas akibat proses hidrasi dari semen.

(8) Kenaikan temperatur ini harus dikendalikan agar tidak menimbulkan keretakan pada beton.

Ada beberapa cara untuk mengendalikan temperatur yaitu:

(a) Penggunaan fly ash untuk mengurangi semen

(b) Pemasangan pipa pendingin di dalam beton.

(c) Penggunaan air dingin (air es)

(d) Penggunaan nitrogen cair.

Alat-alat yang digunakan untuk pembetonan bendungan besar adalah sebagai berikut:

(1) Cable ways atau tower crane dan bucket untuk transpor beton dari batching plant ke site, vertikal dan horizontal.

(2) Dump truck untuk angkutan horizontal dan penumpahan beton.

(3) Perataan beton dengan buldozer setebal 80 cm.

(4) Pemadatan dengan tractor mountes vibrators.

Asiyanto.2013.”Metode Konstruksi Bendungan”.Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *