Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Pemasangan Spill Way

Pemasangan Spill Way

Salah satu bagian dari bendungan yang sangat penting adalah spill way, yaitu bagian dari bendungan dimana air diperbolehkan untuk melimpah. Oleh karena itu disebut juga sebagai bangunan pelimpah.

Fungsi dari spill way adalah untuk membuang/ menyalurkan sebagian debit air yang tidak diperlukan dalam pengoperasian bendungan, kembali ke sungai. Untuk bendungan tipe urugan, biasanya melalui limbah yang berdekatan. Dengan demikian, jumlah spill way bisa lebih dari satu. Spill way juga berfungsi untuk mengamankan bendungan dari kelebihan muatan sesuai rencana.

Untuk bendungan tipe urugan (embankment dam), fungsi spill way sangat penting sekali, karena untuk mencegah karena untuk mencegah overtopping yang dapat menyebabkan keruntuhan bendungan. Sebagai contoh runtuhnya Bendungan Sempor (Jawa Tengah) tahun 1967 adalah akibat overtopping terjadi.

Dalam banyak hal menetapkan ukuran spill way merupakan persoalan yang lebih sulit dibandingkan mendesain bendungannya sendiri. Bila debit banjir maksimum tidak diketahui secara pasti, disarankan membuat emergency spill way, yang difungsikan bila debit banjir telah melampaui kapasitas spill way utama.

Letak Spill Way

Dilihat dari letaknya, spill way dapat bermacam-macam, yaitu :

  1. Melalui puncak bangunan. Pada concrete dam biasa disebut free overfall spill way, dan pada embankment dam biasanya disebut spill way chute.
  2. Melalui badan bagunan. Jenis ini hanya ada pada concrete dam biasa disebut bottom spill way.
  3. Melalui bawah badan bangunan. Jenis ini biasanya ada pada embankment dam biasa disebut spill tunnel.
Debit Spill Way

Dilihat jumlah debit air yang melalui spill way dapat dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Ungated Spill Way. Pada jenis ini debit air yang melalui spill way tidak dapat dikontrol, tergantung panjang spill way dan ketinggian air.
  2. Gated Spill Way. Pada jenis ini hanya ada pada Concrete Dam, tiap spill way dilengkapi dengan pintu yang dapat dikontrol.
Bentuk Spill Way

Bentuk spill way sangat dipengaruhi oleh bentuk dan tipe desain dari bendungan, dan juga kondisi lokasi setempat. Untuk bendungan tipe urugan, pada umumnya berbentuk spill way chute, yang terletak di lembah sebelah bendungan yang kondisinya ideal untuk dibangun spill way. Sedangkan spill way yang berbentuk tunnel, biasanya bila kondisi sekitar bendungan hanya terdapat bukit tinggi, sehingga kalau dibuat spill way yang berbentuk chute, akan sulit dan memakan biaya tinggi.

Dilihat dari bentuknya, dapat dibedakan atas :

  1. Spill way Chute
  2. Siphon Spill way
  3. Spill way Tunnel
  4. Free overfall Spill way

Asiyanto. 2013. “Metode Konstruksi Bendungan”. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *